Jumat, 19 Agustus 2011

Ibn Madjid Penemu Benua Amerika



Benarkah Colombus penemu benua Amerika ?? Sampai saat ini siapapaun berpendapat bahwa penemu benua Amerika ialah Colombus. Namun jauh sebelumnya, bahariwan muslim bernama Ibn Madjid (1432-1500) sudah terlebih dahulu menemukan “benua baru“ tersebut. Selama ini orang hanya tahu bahwa dalam pelayaran selama 30 hari pada tahun 1492, Christhoper Colombus lah yang menemukan benua Amerika.

Ia menjelajahi laut Spanyol atas dukungan Raja Ferdinand. Nama Amerika sendiri diadopsi dari nama penjelajah Italia, Amerigo Vespucci, salah seorang sahabat Colombus dalam perjalanan yang mengisahkan penjelajahan laut tersebut, sehingga benua baru itu identik dengan namanya.

Namun, jauh sebelum Colombus angkat sauh - bahkan jauh sebelum Raja Ferdinand Isabella mengusir kaum muslimin dari Spanyol - sekelompok penjelajah muslim Andalusia telah menjejakan kaki di benua Amerika. Mereka berlayar dari Spanyol ke arah barat selama 12 hari mengarungi Samudera Atlantik.

Mereka tidak menemukan apa-apa, kecuali biri-biri yang berdaging pahit sehingga tidak bisa dimakan. Mereka lalu membelokan armada ke arah selatan dengan pelayaran selama 12 hari, hingga mendapati sebuah pulau berpenghuni dan menemui penguasa pulau tersebut. Mereka diyakini telah sampai di Amerika Tengah, dan bertemu dengan suku Indian yang sudah ribuan tahun menghuni Amerika. Kisah perjalanan ini ditulis oleh para ahli ilmu bumi seperti Sulaiman Al-Mahiri, Syarif Al-Idrisi, Ibn Majid, Al Balkhi, Hajji Khalifa, Ibn Khurradabih.

Dalam Kitab Dairat al-Ma’arif al-Faransa (Ensiklopedi Perancis) disebutkan, sebelum menjelajahi Amerika, Colombus mempelajari buku-buku geografi karya para ilmuwan muslim di zaman keemasan Islam Andalusia dalam masa pemerintahan Dinasti Bani Ahmar - penguasa muslim terakhir di Spanyol. Ketika itulah koleksi puluhan ribu buku di perpustakaan besar jatuh ke tangan mereka. Karya-karya inilah yang di baca oleh Colombus, dan mengilhaminya tentang “dunia baru”

Tak bisa dipungkiri, jasa para bahariwan muslim dalam proses penemuan benua Amerika sangat besar. Selain menyumbangkan karya-karya geografi tentang Amerika yang di tulis pada Abad Pertengahan, mereka juga menjadi pemandu bagi armada Spanyol dan Portugal. Sebagian kaum muslimin di Amerika sekarang diyakini merupakan keturunan para pemandu tersebut.

Salah seorang bahariwan dan penjelajah muslim itu adalah Ibn Madjid, pakar geografi dan navigasi. Nama lengkap ialah Syahibuddin Ahmad bin Madjid bin Amr ad-Duwaik bin Yusuf bin Hasan bin Husain bin Abi Ma’lak as-Sa’di bin Abi ar-Raka’ib an-Najdi (1432M-1500M) Keluarganya berasal dari Gurun Nejd, Yaman. Tradisi kebaharian sudah mendarah daging sejak kakek moyangnya.

Ia pernah dipercaya sebagai pemandu bagi armada Vasco da Gama ketika berkayar dari Afrika ke India, 1497 M. Rutenya, dari Samudera Hindia menyeberangi laut Abessyinia,terus ke Mozambik, mengitari Tanjung Harapan dan Samuderas Atlantik, masuk ke laut Tengah lewat Selat Gibraltar.

Ibn Madjid dan Vasco da Gama


Sejak kecil ia sudah sering mengikuti pelayaran ayahandanya di Laut Merah – sempat merintis penulisan buku tentang navigasi berjudul al-Hijaziyya, membahas kondisi laut sekitar Hejaz.

Ketika beranjak dewasa, ia berlayar bersama kawan-kawannya dari Laut Merah sampai ke Samudera Hindia. Ia juga sempat menulis beberapa catatan mengenai pelayaran itu, yang kelak menjadi pedoman bagi para pelaut sesudahnya.

Ibn Madjid cukup produktif menulis buku-buku yang berkaitan dengan pelayaran. Sebelum Ibn Madjid mengungkapkan pengalamannya, hanya sedikit pelaut Arabyang berani mengarungi Laut Merah, pantai timur Afrika, hingga pantai tenggara Afrika atau Sofala dekat Madagaskar, karena takut tersesat karena ketiadaan navigasi.

Ibn Madjid pula yang menciptakan kompas dengan 32 mata angin yang jauh lebih detail dari pada kompas buatan orang Mesir dan Maroko kala itu. Kompas Ibn Madijd akhirnya dikenal sebagai bentuk awal kompas modern.

Kompas semi modern


Beberapa karya besar Ibn Madjid antara lain,

1. Al-Fawaid fi Usul’ilm al-Bahr wa al-Qawaiid (Pedoman Dasar Ilmu Kelautan) yang lebih dikenal dengan sebutan al –Fawaid

2. Hawiyah al-Ikhtishar fi Usul ilm al-Bihar (Rangkuman Ilmu Kelautan)

3. Al-Urjuza (Navigasi Teluk Aden)

4. Qiblat al-Islam fi Jani’ad-Dunya (Arah Kiblat yang tepat untuk Shalat)

5. Urjuzat Barral Arab fi Khalij Fars (Navigasi Sepanjang Pantai Arabia)

6. Sal-Qashidah al-Ba’iyya (Penyelidikan Kedalaman Laut dan Isinya)

Kitab al-Fawaid memuat gambaran 28 posisi bulan dan bintang –bintang yang di hubungkan dengan 38 titik dalam kompas, rute perjalanan di Samudera Hindia dan peta beberapa pelabuhan. Ada juga peta hampir seluruh daratan yang dijelajahinya, seperti Arab, Madagaskar, Sumatera, Jawa, Taiwan, Srilanka, Zanzibar, Bahrain, Juga memuat penelitian tentang pantai Asia dan Afrika, penjelasan tentang musim yang mana untuk berlayar, dan peta Laut Merah yang cukup detailtermasuk yang dangkal dan berkarang.

Menurut Ibn Madjid, studi astronomi dan geografi merupakan prasyarat utama bagi mereka yang ingin menjdi navigator sejati.




Tag: Ibn Madjid Penemu benua Amerika, Perjalanan Ibn Madjid, Colombus bukan penemu benua Amerika, Sang Navigator ulung. Sumber utama al kisah no.01/1-14 jan 2007.


4 komentar:

  1. benar2 membuka wawasan brader..trnyata lebih canggih beliau ini..knapa kurang dikenal ya klo beliau sbg penemu pertama..

    BalasHapus
  2. Waaah..info menarik nie kawan,aku baru baca tentang ini.Makasih infonya,salam kemerdekaan.

    BalasHapus
  3. subhanallah....artikel yg bagus sob,saya baru tahu tentang Ibn Madjid Penemu Benua Amerika.nice share

    BalasHapus
  4. mnmbah wawasan saya sob,,thanks..

    BalasHapus

Suatu kehormatan bagi Kebarongan jika anda mau meninggalkan komentar. Tanpa Moderasi, maupun Verifikasi untuk kenyamanan anda menyampaikan komentar baik kritikan, usulan, saran, maupun pujian.